Terlalu Asyik Sama Gadget? Ini Fakta yang Wajib Kamu Tahu, Guys!
Isu Teknologi & Keamanan Digital (Penting untuk Literasi Digital) Cirebon,
SMA Negeri 1 Waled SIAP...!!! "Santun dalam Bahasa - Inovasi Dalam Karya - Agamis dalam Krida - Prestasi dan Cipta.

Kabar Berita Terkini

Thumbnail
Mading Digital
BUKAN TUJUAN AKHIR

BUKAN TUJUAN AKHIR Karya : Avril Alviyandi Dari ujung rak nomor sembilan suara isak tangis terdengar sendu, ia menangis lebih kencang daripada suara tikus di bawah rak kayu yang sudah terkikis dimakan rayap, membuat buku-buku di rak lain merasa gelisah di tengah tidur pulasnya. "Oh Tuhan.... Setelah kusediakan tulisan yang akan memperluas pikirannya, mereka malah membalasnya dengan menyakiti bagian-bagian dariku. Ini sungguh tidak adil! Mereka jahat sekali," ratap Roman. Ia adalah sebuah buku bergenre romantis klasik yang hanya dipajang hampir tiga tahun. Buku itu akhirnya berlabuh di tangan pembaca, tetapi kembali ke raknya dalam kondisi yang memprihatinkan. Bagi sebuah ruangan yang dibangun dari beton dan tumpukan kertas lapuk di sudut sekolah menengah ini, waktu tidak dihitung dari detak jam dinding, melainkan oleh ketebalan debu. Kesepian yang mendalam mendasari informasi penggusuran perpustakaan ini yang pengumumannya sudah tertempel jelas di jendela yang sudah memburam dari pandangan. Deru angin musim kemarau terasa menusuk lewat pentilasi yang lubang-lubangnya sudah dipenuhi sarang laba-laba, menggandeng aroma tanah gersang dan sayup-sayup riuh para siswa saat jam istirahat. Mereka hanya melewati ruangan ini. Beberapa ada yang singgah hanya untuk berlindung diri dari terik matahari. Sering kali dari mereka sedikit yang menjamah bacaan, hingga kini hampir semua sampulnya telah lapuk termakan debu yang aromanya bahkan membuat pernapasan ikut terhambat. "Astaga! Inikah yang mereka lakukan padamu? Tidakkah kau kesakitan? Apa halamanmu berkurang?" Sari ikut memperhatikan bagian-bagian yang robek dari halaman Roman. Ia berusaha mencari cara agar tangis Roman tidak berlanjut lebih kencang yang bisa membangunkan para penduduk jejeran rak-rak kayu yang telah lama tak dijamah pembaca. Namun, kemalangan Roman lebih menyakitkan. Buku resep masakan tradisional itu lebih khawatir dengan ketebalan buku lain dibandingkan dengan tebal tubuhnya yang bahkan tidak mencapai dua sentimeter. Di tengah tangisan Roman, sebuah seruan terdengar memekik di sudut rak. "Ada apa ini, berisik sekali? Apa akhirnya perpustakaan ini digusur?" Kalkulus, buku tua yang ketebalannya bisa membawa banyak perubahan pada pikiran pembaca untuk menciptakan hal-hal yang berguna di kehidupan. Ia bergerak limbung membawa badannya yang bisa tergeletak kapan saja. "Apa aku terlalu lama tidur?" tanyanya pada diri sendiri. "Ya, ya, ya, kau benar, tetapi tidak juga. Perpustakaan ini memang tidak akan dioperasikan lagi. Padahal, aku senang sekali saat melihat sebuah tangan mengambil Roman setelah sekian lama. Lihat tempelan stiker di jendela itu. Aku kesal sekali saat pustakawan menempelkan informasi itu," Sari mengasihani Roman yang kini tangisannya sudah tidak terdengar lebih kencang dari sebelumnya. "Pada akhirnya, kita akan dibiarkan tertidur sampai jadi debu," seru Filo yang sedari tadi hanya menyimak. Ketebalannya hampir menandingi Kalkulus. Buku itu mengukur sebesar apa pembahasan tentang cara hidup manusia berdasarkan pemikiran lebih dalam tentang apa artinya hidup. Dulu, dia membuat pembacanya bertanya-tanya tentang hal-hal primitif. Tidak dengan sekarang, karena kini tangan dan mata sudah beralih ke gawai canggih keluaran terbaru. "Aku percaya sekali pada pembaca itu. Melihatnya meraihku dengan tangan terbuka, kukira dia akan berbinar-binar jatuh cinta seperti dulu aku memikat hati mereka." "Haduh! Roman... Roman... kamu ini tidak mengambil pelajaran dari diriku, ya?" sentak Kalkulus. "Kau dengar, aku dulu dijunjung tinggi karena ilmu pengetahuan sepertiku dianggap emas bagi pusat pikiran. Dulu, aku paling banyak dicari dan dijamah sana-sini. Namun, sekarang aku sudah tak merasakannya lagi. Aku lebih sering batuk-batuk karena debu-debu sialan ini. Kini tangan mereka lebih tertarik dengan layar-layar cerah dan canggih itu," Kalkulus bicara kesal sembari mengibaskan debu-debu yang hinggap di sampulnya. Filo mencari-cari posisi ternyaman untuk memejamkan mata kembali. "Saat ini, percaya kepada manusia adalah hal yang tabu, Roman. Dunia sudah berubah, banyak hal bisa ada hanya dengan sekali tekan. Beberapa manusia bersusah payah mencari makna hidup." "Tentu saja aku buku yang paling dirugikan saat ini. Tak akan ada lagi yang penasaran dengan buku resep masakan. Mereka sudah punya tutor yang bisa dibawa ke mana-mana. Bahkan, kurasa aku lebih baik bergabung di kotak daur ulang." Sari menarik napas panjang, lalu perlahan menutup lembaran tubuhnya yang mulai menguning. Tanpa ragu lagi, ia menjatuhkan dirinya dari ketinggian rak, langsung tenggelam ke dalam kotak daur ulang yang sudah lama menunggunya di lantai, membuat kawanan buku lain ikut tergulung dalam kesedihannya. "Oh, tidak! Sari!" "Kotak daur ulang itu seperti senjata semu. Entah kita akan terbuka kembali di tempat baru yang lebih ramai pembaca atau di pabrik peleburan kertas yang penuh dengan benda-benda tajam." "Tubuhku sudah sangat usang dan lapuk. Setidaknya kotak itu memberi sebuah tujuan, tidak hanya berdiam diri dalam balutan debu ini sampai manusia memahami." Kalkulus bergerak menuju tebing rak. Ia memutuskan untuk memiliki tujuan itu. Ia melipat ujung halamannya sendiri, seolah-olah sedang memeluk dirinya yang kesepian, lantas ikut menjatuhkan diri bersama Sari. Tidak jauh dari sana, seonggok buku yang sampulnya sudah terkoyak menyaksikan kepergian itu dengan nelangsa. Manusia telah memberikan kekecewaan yang panjang padanya. "Oh, diriku yang malang..." Roman bergerak mengikuti Kalkulus. "Aku ikut!" Ia meluncur bebas ke dalam kegelapan kotak itu, menyusul sahabat-sahabatnya demi sebuah takdir baru yang belum pasti. Rak nomor sembilan itu mulai bergoyang-goyang sedari tadi para penduduknya menyimak kejadian itu. Nasib mereka satu pena, ditulis di atas kertas yang sama. Buku-buku di sana mulai meronta dan menangis sendu, lantas satu per satu mengikuti jejak Sari. "Aku juga akan memiliki tujuan!" seru satu buku sebelum melompat ke dalam kotak daur ulang itu. "Aku juga." "Aku ikut juga," yang lainnya ikut berseru dan melompat bergiliran, memenuhi kotak tujuan itu bersama cahaya yang mulai meredup perlahan. Panasnya hari berganti ke dinginnya malam yang menusuk ke setiap lembar halaman mereka. Perpustakaan bergetar hebat, buku-buku di sana bergerak-gerak tak terkendali ikut meraung dengan kesedihan mendalam. Seolah semuanya lebih baik ikut masuk ke dalam kotak tujuan yang menyesakkan itu. Buku-buku di dalamnya saling melindungi satu sama lain, saling memeluk nestapa yang menyelimuti. Untuk satu hal yang pasti, sinar rumah pengetahuan itu perlahan menyerah pada kesepian. Di sudut rak nomor sembilan yang sudah hampir kosong penduduk itu, Filo masih tetap pada posisinya. Tertidur kembali sampai debu-debu menyelimutinya dan rayap-rayap mulai bersarang di lembaran tebalnya. "Pada hakikatnya, kita adalah ilmu pengetahuan yang tugasnya dipahami manusia, bukan kita yang memahami manusia." Hingga perlahan ia akan lenyap bersama pertanyaan: apa maknanya hidup? Selesai.

Baca Info
Thumbnail
Mading Digital
Isu Teknologi Keamanan Digital

divapelajar.com – Perkembangan teknologi digital saat ini bergerak dengan sangat cepat. Sebagai generasi muda yang tumbuh di era serba internet, siswa-siswi SMAN 1 Waled dituntut untuk tidak hanya menjadi pengguna yang aktif, tetapi juga menjadi pengguna yang cerdas dan bijak. Melihat pentingnya hal tersebut, ekstrakurikuler Diva Pelajar SMAN 1 Waled kembali menyoroti isu keamanan digital dan literasi teknologi yang kian krusial bagi kehidupan para pelajar sehari-hari. Bijak Memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) Tidak bisa dimungkiri, kehadiran teknologi Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan telah membantu siswa dalam mencari referensi belajar dan menyelesaikan tugas sekolah. Namun, di balik kemudahannya, terdapat batasan etika yang harus dipahami. Diva Pelajar mengingatkan seluruh siswa SMAN 1 Waled untuk memanfaatkan AI secara tepat guna. Penggunaan AI secara berlebihan tanpa membaca dan menyaring kembali informasi dapat mematikan daya kritis siswa. Selain itu, potensi terjadinya plagiarisme juga menjadi perhatian serius yang harus dihindari. > "AI adalah alat bantu untuk memperluas wawasan, bukan untuk menggantikan proses berpikir dan kejujuran akademik kita sebagai pelajar," ujar perwakilan anggota Diva Pelajar. Mewaspadai Bahaya Phishing dan Kejahatan Siber Selain penggunaan AI, keamanan data pribadi di ruang digital juga menjadi fokus utama. Maraknya modus penipuan online—seperti phishing (penipuan berbasis link palsu), peretasan akun media sosial, hingga penyebaran data pribadi (doxxing)—menjadi ancaman nyata yang bisa menimpa siapa saja, termasuk remaja. Berikut adalah beberapa langkah praktis yang dibagikan oleh Diva Pelajar SMAN 1 Waled untuk menjaga keamanan akun dan data digital: Gunakan Kata Sandi yang Kuat: Kombinasikan huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol. Aktifkan Two-Factor Authentication (2FA): Verifikasi dua langkah sangat ampuh mencegah peretasan akun. Jangan Sembarangan Mengklik Link: Waspadai pesan atau link dari nomor tak dikenal yang menawarkan hadiah atau ancaman mencurigakan. Jaga Kerahasiaan Data Pribadi: Hindari mengunggah identitas penting seperti NIK, foto KTP/Kartu Pelajar, atau nomor HP di platform publik. Komitmen Diva Pelajar SMAN 1 Waled Melalui publikasi ini, Diva Pelajar SMAN 1 Waled berkomitmen untuk terus menjadi wadah edukasi dan informasi yang positif bagi seluruh civitas akademika sekolah. Literasi digital bukan sekadar tentang kemampuan menggunakan gawai, melainkan tentang bagaimana kita menjaga etika, keamanan, dan kesehatan mental di dunia maya. Mari bersama-sama kita wujudkan lingkungan digital yang aman, cerdas, dan menginspirasi mulai dari lingkungan sekolah kita sendiri! Penulis: Suci (Ketua Diva Pelajar SMAN 1 Waled)

Baca Info
Thumbnail
Dunia Kita
Isu Teknologi & Keamanan Digital (Penting untuk Literasi Digital) Cirebon,

divapelajar.com – Perkembangan teknologi digital saat ini bergerak dengan sangat cepat. Sebagai generasi muda yang tumbuh di era serba internet, siswa-siswi SMAN 1 Waled dituntut untuk tidak hanya menjadi pengguna yang aktif, tetapi juga menjadi pengguna yang cerdas dan bijak.Melihat pentingnya hal tersebut, ekstrakurikuler Diva Pelajar SMAN 1 Waled kembali menyoroti isu keamanan digital dan literasi teknologi yang kian krusial bagi kehidupan para pelajar sehari-hari.Bijak Memanfaatkan Artificial Intelligence (AI)Tidak bisa dimungkiri, kehadiran teknologi Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan telah membantu siswa dalam mencari referensi belajar dan menyelesaikan tugas sekolah. Namun, di balik kemudahannya, terdapat batasan etika yang harus dipahami.Diva Pelajar mengingatkan seluruh siswa SMAN 1 Waled untuk memanfaatkan AI secara tepat guna. Penggunaan AI secara berlebihan tanpa membaca dan menyaring kembali informasi dapat mematikan daya kritis siswa. Selain itu, potensi terjadinya plagiarisme juga menjadi perhatian serius yang harus dihindari.> "AI adalah alat bantu untuk memperluas wawasan, bukan untuk menggantikan proses berpikir dan kejujuran akademik kita sebagai pelajar," ujar perwakilan anggota Diva Pelajar.Mewaspadai Bahaya Phishing dan Kejahatan SiberSelain penggunaan AI, keamanan data pribadi di ruang digital juga menjadi fokus utama. Maraknya modus penipuan online—seperti phishing (penipuan berbasis link palsu), peretasan akun media sosial, hingga penyebaran data pribadi (doxxing)—menjadi ancaman nyata yang bisa menimpa siapa saja, termasuk remaja.Berikut adalah beberapa langkah praktis yang dibagikan oleh Diva Pelajar SMAN 1 Waled untuk menjaga keamanan akun dan data digital: Gunakan Kata Sandi yang Kuat: Kombinasikan huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol. Aktifkan Two-Factor Authentication (2FA): Verifikasi dua langkah sangat ampuh mencegah peretasan akun. Jangan Sembarangan Mengklik Link: Waspadai pesan atau link dari nomor tak dikenal yang menawarkan hadiah atau ancaman mencurigakan. Jaga Kerahasiaan Data Pribadi: Hindari mengunggah identitas penting seperti NIK, foto KTP/Kartu Pelajar, atau nomor HP di platform publik.Komitmen Diva Pelajar SMAN 1 WaledMelalui publikasi ini, Diva Pelajar SMAN 1 Waled berkomitmen untuk terus menjadi wadah edukasi dan informasi yang positif bagi seluruh civitas akademika sekolah. Literasi digital bukan sekadar tentang kemampuan menggunakan gawai, melainkan tentang bagaimana kita menjaga etika, keamanan, dan kesehatan mental di dunia maya.Mari bersama-sama kita wujudkan lingkungan digital yang aman, cerdas, dan menginspirasi mulai dari lingkungan sekolah kita sendiri!Penulis:Suci(Ketua Diva Pelajar SMAN 1 Waled)

Baca Info
Thumbnail
Mading Digital
HARGA SEBUAH NILAI A : KETIKA MENJADI 'AMBIS' ADALAH SATU-SATUNYA PILIHAN UNTUK BERTAHAN

Harga Sebuah Nilai A : Ketika Menjadi ‘Ambis’ Adalah Satu-Satunya Pilihan untuk Bertahan Oleh : Tim Redaksi Web Mading Profil Narasumber : Nama: Wini Maharani Kelas : 12 B (Kesehatan ) 1 Sekolah : SMA Negeri 1 Waled Jam digital di sudut kamar menunjukkan pukul 23.45 WIB. Di saat sebagian orang sudah terlelap, Wini Maharani, siswi kelas 12 B (Kesehatan) 1, masih menatap layar laptopnya dengan serius. Baginya, pemandangan paruh malam seperti ini bukan lagi hal yang asing, melainkan bagian dari rutinitas bertahan hidup di tengah gempuran tugas tengah semester. Kultur menjadi anak "ambis" di sekolah sering kali dipandang sebelah mata. Ada yang menganggapnya berlebihan, ada juga yang menjadikannya bahan sindiran. Namun, jika kita melihat lebih dalam dari sudut pandang seorang Wini, menjadi ambis bukan tentang pamer nilai, melainkan sebuah perjuangan dan pilihan sadar untuk tidak tertinggal. Disiplin yang Berbatasan dengan Rasa Lelah Bagi Wini, begadang demi tugas sudah menjadi makanan hampir setiap hari dalam seminggu. Namun, berbeda dengan mitos anak ambis yang belajar sampai subuh tanpa jeda, Wini punya batas sakral yang tidak boleh dilanggar demi menjaga fisiknya. "Jam tidur maksimal aku tuh jam 12 malam. Kalau belajar atau ngerjain tugas belum selesai juga, tetap aku berhentiin dan langsung tidur," ungkapnya. Pilihan ini diambil karena aturan sekolah yang sangat ketat: gerbang dikunci pukul 06.15 WIB, yang membuatnya harus sudah terjaga sejak jam 4 pagi. Risikonya? Tentu saja rasa lelah yang luar biasa saat fajar menyingsing. "Pas di kelas rasanya tuh pusing karena kurang tidur," curhat Wini. Paling baru curi-curi waktu tidur pas jam kosong atau jam istirahat. Bahkan kadang enggak bisa tidur sama sekali di sekolah karena banyaknya tugas yang tenggat waktunya mepet dan barengan." Rasa Bersalah dan Siasat Menjinakkan Burnout Belajar berjam-jam sampai larut malam memang melelahkan dan rentan memicu burnout (stres berat hingga mati rasa). Wini pun menyadari hal itu. Namun, siswi kelas kesehatan ini punya cara cerdas untuk mengakalinya, yaitu dengan metode belajar yang terstruktur. "Aku pakai teknik Pomodoro, yang 25 menit belajar dan 5 menit istirahat. Itu solusi banget biar otak enggak burnout," jelas Wini. Menariknya, ketika ditanya mengapa dia tetap konsisten melakukan rutinitas seberat ini, jawabannya sangat menyentuh sisi psikologis seorang pelajar. "Kalau enggak belajar semalam aja, rasanya kayak ngerasa bersalah sama diri sendiri. Mungkin karena belajar sudah jadi rutinitas aku setiap hari," akunya jujur. Sebagai siswi yang juga aktif mengikuti perlombaan cerdas cermat dan olimpiade, fase lelah mental total tetap tidak bisa dihindari. Selesai berkompetisi biasanya menjadi momen terberat bagi motivasinya. "Di fase itu, aku bener-bener malas belajar. Solusinya, aku ambil waktu seminggu buat istirahat dulu dan enggak belajar malam. Paling cuma ngerjain tugas sekolah yang wajib aja. Begitu otak udah ngerasa fresh, baru lanjut rutinitas belajar malam kayak biasa lagi." Belajar Pintar dengan Manfaatkan Teknologi Sisi menarik lainnya dari Wini adalah caranya memanfaatkan teknologi modern secara bijak. Alih-alih menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menyontek atau mencari jalan pintas, dia justru menjadikannya sebagai mentor pribadi untuk menguji kemampuannya. "Biasanya aku pakai Gemini atau ChatGPT untuk buatin soal-soal latihan setelah aku paham materinya. Kalau buat penjelasan materinya sendiri, aku lebih suka nonton lewat YouTube," tuturnya. Ini adalah bukti nyata dari istilah study smarter, not harder. Pesan untuk Kita Semua Dari kisah Wini Maharani, kita belajar bahwa di balik nilai A yang tertera di kertas rapor, ada manajemen waktu yang ketat, rasa pusing yang ditahan di pagi hari, dan perjuangan melawan rasa bersalah pada diri sendiri. Menjadi ambis bukanlah sebuah kesalahan atau bahan untuk disindir. Itu adalah bentuk tanggung jawab seorang remaja terhadap masa depannya. Namun, kisah Wini juga mengingatkan kita semua : ambis-lah dengan cerdas, kenali batasan tubuhmu, dan jangan ragu untuk mengambil jeda saat otakmu mulai lelah. Karena pada akhirnya, kesehatan mentalmu jauh lebih berharga daripada angka di atas kertas.

Baca Info
Thumbnail
Mading Digital
Buka Pikiran, Ubah Masa Depan: Growth vs. Fixed Mindset untuk Generasi Muda

# Buka Pikiran, Ubah Masa Depan: Growth vs. Fixed Mindset untuk Generasi Muda Halo, Generasi Muda! Pernahkah kamu merasa bakatmu begitu-begitu saja dan tidak bisa berkembang? Atau justru sebaliknya, kamu merasa bisa mempelajari hal baru apa saja asalkan mau berusaha? Cara kita memandang kemampuan diri ini disebut dengan mindset (pola pikir). Psikolog Carol Dweck membaginya menjadi dua: *Fixed Mindset* (Pola Pikir Tetap) dan *Growth Mindset* (Pola Pikir Berkembang). Yuk, kita bedah perbedaannya agar kamu tidak salah melangkah! ## 🧠 Kenali Dua Pola Pikir Ini Mari kita lihat bagaimana kedua pola pikir ini merespons kehidupan sehari-hari melalui tabel perbandingan di bawah ini: | Aspek | Fixed Mindset (Pola Pikir Tetap) | Growth Mindset (Pola Pikir Berkembang) | |---|---|---| | Keyakinan Dasar | Kecerdasan dan bakat adalah bawaan lahir dan sifatnya permanen. | Kecerdasan dan bakat bisa dikembangkan lewat latihan dan kerja keras. | | Menghadapi Tantangan | Cenderung menghindari tantangan karena takut terlihat gagal atau dinilai bodoh. | Menyukai tantangan karena melihatnya sebagai kesempatan belajar hal baru. | | Melihat Kegagalan | Dianggap sebagai akhir dari segalanya dan bukti bahwa diri mereka tidak mampu. | Dianggap sebagai batu loncatan dan umpan balik untuk memperbaiki diri. | | Respons terhadap Kritik | Merasa tersinggung, defensif, dan cenderung mengabaikan masukan yang berguna. | Menerima kritik dengan lapang dada sebagai bahan evaluasi untuk tumbuh. | | Kesuksesan Orang Lain | Merasa terancam, minder, atau iri dengan pencapaian orang lain. | Merasa terinspirasi dan menjadikannya motivasi atau mentor untuk belajar. | ## 🚀 Mengapa Growth Mindset Penting untuk Masa Depanmu? Sebagai generasi muda yang hidup di era digital yang serba cepat, perubahan adalah hal yang mutlak. Orang dengan Fixed Mindset akan mudah stres dan tertinggal karena mereka merasa "saya memang tidak bakat di bidang ini." Mereka terjebak di dalam zona nyaman yang sebenarnya tidak aman. Sebaliknya, orang dengan Growth Mindset akan menjadi individu yang adaptif, kreatif, dan tangguh (resilient). Mereka tidak takut mencoba teknologi baru, mengambil jurusan atau karier yang menantang, serta tidak mudah tumbang saat menghadapi kegagalan utbk, kompetisi, atau kerjaan. > Ingat: Pikiranmu itu seperti otot. Semakin sering dilatih dengan tantangan dan pembelajaran baru, ia akan semakin kuat, cerdas, dan fleksibel! > ## 🛠️ 5 Langkah Sederhana Mengembangkan Growth Mindset Mengubah pola pikir memang tidak instan, tapi kamu bisa memulainya hari ini dengan 5 cara berikut: 1. Ubah Dialog Internalmu: Ganti kalimat "Aku tidak bisa melakukannya" menjadi "Aku belum bisa melakukannya, tapi aku akan belajar caranya."* Tambahkan kata "Belum" dalam setiap kesulitanmu. 2. Fokus pada Proses, Bukan Hanya Hasil:** Hargai setiap keringat, waktu, dan usaha yang kamu dedikasikan untuk belajar, bukan cuma nilai *A* atau piala yang kamu dapat. 3. Hadapi Kegagalan dengan Berani: Jika hari ini kamu gagal, itu bukan berarti kamu bodoh. Itu hanya berarti strategimu yang perlu diperbaiki. Evaluasi dan coba lagi! 4. *Jangan Takut Meminta Bantuan: Bertanya atau meminta bantuan bukan tanda kelemahan, melainkan tanda bahwa kamu punya kemauan besar untuk paham. 5. Berlatihlah Terus: Ketekunan mengalahkan bakat yang malas. Konsistensi adalah kunci utama pertumbuhan. Jadi, pilihan ada di tanganmu. Apakah kamu ingin tetap diam di balik dinding pembatas *fixed mindset*, atau mulai memanjat tangga keberhasilan dengan *growth mindset*? **Mari kita pilih untuk terus tumbuh dan membuka pintu bagi masa depan yang cerah!** *Dibuat oleh: Tim Redaksi Mading Digital Sekolah* *Edisi: [Bulan/Tahun]*

Baca Info
Thumbnail
Mading Digital
NEW SEMESTER, NEW ME

New Semester, New Vibe Selamat Datang di Lembaran Baru : New Semester, New Vibe! ✨ Semester baru adalah kesempatan emas untuk memulai kembali dengan strategi yang lebih matang. Lupakan kegagalan yang lalu, dan jadikan keberhasilan kemarin sebagai batu loncatan. Bersama mading digital edisi Juni-Juli ini, mari kita bangun kebiasaan belajar yang lebih menyenangkan, ruang kelas yang lebih solid, dan mentalitas juara. New goals, new energy, and new achievements are waiting for you! Selamat membaca dan mari raih prestasi tertinggi! 📢 SPILL YOUR GOALS! Pasti setiap orang memiliki tujuan akhir tersendiri dan berbeda-beda. Di semester baru ini, mari kita dengar cerita target dan harapan besar dari salah satu teman kita : 🎯 Harapan & Impian di Semester Baru : - Mandiri & Berprestasi : Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi impian tanpa harus menyusahkan orang tua. - Mentalitas Juara : Diberikan kekuatan untuk terus belajar, pantang menyerah menghadapi tantangan, dan meraih cita-kira. - Bermanfaat bagi Sesama : Menjadi pribadi yang aktif di masyarakat, peduli lingkungan, serta mampu membantu mereka yang kurang beruntung. "Aku berharap ilmu, pengalaman, dan rezeki yang aku peroleh dapat memberikan manfaat bagi banyak orang, serta menjadi pribadi yang sukses dan rendah hati." 💡 DISAMPAIKAN OLEH : 👤 Ismatul Nur Sahara 🔰 Ketua MPK SMA Negeri 1 Waled MOOD BOOSTER PLAYLIST 🎧🎸 Belajar terus-menerus tanpa hiburan tentu bisa bikin jenuh dan memicu stres. 🧠❌ Untuk menjaga fokus dan mengembalikan energi positifmu selama semester baru, berikut adalah beberapa saran musik dari anak-anak SMA Negeri 1 Waled: ✨🎵 1. 🌟 Just The Way You Are - Milky❤️ https://music.youtube.com/watch?v=xlmJZOxb-Nk&si=Hywpjf3IpZjzLEXW 2. Shape of My Heart - Backstreet Boys https://music.youtube.com/watch?v=BLhIcQMaaTI&si=hnqwtb_By_5aar7D 3. 🎼 The fate of ophelia - Taylor Swift https://music.youtube.com/watch?v=7nVctvQVz0U&si=TvMrK4JLFhngGPUO 4. 💔 Needy - Ariana Grande https://music.youtube.com/watch?v=bGY7Vae7pwc&si=o5C7rdNnIPeTIZND 5. 🍃 Lily of The Valley - Daniel 다니엘 https://music.youtube.com/watch?v=YzJW3lJeZa0&si=yf4Tty2DhO2PQRMA 6. ⏰ Broken Clocks - SZA https://music.youtube.com/watch?v=qJ7wOEz6OUE&si=pbGyuf8w1yakvrZe 7. 🌆 Toronto 2014 - Daniel Caesar https://music.youtube.com/watch?v=RaaccfAJiOo&si=zgQp4wVHIRaq9gAJ 8. ☁️ Heaven Can Wait - Michael Jackson https://music.youtube.com/watch?v=8Gl9h5FZdxk&si=NN2qlIejmFyNi3XI 9. 🚗 Joyride - Cortis https://music.youtube.com/watch?v=TZHoqQnUbas&si=WKkwhYg23VThkf94 10. 🎸 Last Night On Earth - Green Day https://music.youtube.com/watch?v=xg_Y7Or_hWM&si=PM7NM2cPd44Hjo3t

Baca Info

Dunia Kita / Fakta Menarik

...
Terlalu Asyik Sama Gadget? Ini Fakta yang Wajib Kamu Tahu, Guys!

Hai, Pembaca Madingpelajar.com! Siapa sih di antara kita, anak SMA, yang bisa lepas dari gadget? Rasanya mustahil, ya. Dari bangun tidur sampai mau tidur lagi, gadget jadi teman setia buat belajar, nugas, cari info, sampai seru-seruan di medsos. Tapi, pernah kepikiran gak sih kalau keasyikan kita sama gadget ini bisa punya 'fakta-fakta menarik' yang mungkin malah merugikan kita? Yuk, kita bedah bareng, biar makin #GadgetSmart!Fakta pertama, gadget berlebihan itu bikin badan kita protes, lho! Sering ngerasa mata pedih, leher pegal kayak habis ikut maraton, atau jari kram gara-gara scroll terus? Nah, itu sinyal alarm dari tubuhmu! Paparan cahaya biru dari layar bisa ganggu jam tidur, bikin kita susah fokus di kelas, dan akhirnya ngantuk pas lagi belajar. Selain itu, kurang gerak karena keenakan nge-gadget juga bisa bikin tubuh jadi kurang fit. Padahal, masa SMA itu butuh energi ekstra buat banyak hal keren, kan?Nggak cuma fisik, mental dan akademik kita juga bisa kena imbasnya. Fakta menarik lainnya, terlalu banyak waktu di dunia maya justru bisa bikin kita kurang pede di dunia nyata atau malah gampang overthinking sama postingan orang lain (alias FOMO parah!). Konsentrasi saat belajar jadi buyar, tugas numpuk karena keenakan main game atau stalking akun favorit, dan nilai-nilai pun bisa ikutan 'down'. Interaksi langsung sama teman-teman di kantin atau pas kumpul sepulang sekolah jadi berkurang, padahal momen-momen itu yang bikin masa SMA jadi nggak terlupakan!Jadi, bukan berarti kita harus musuhan sama gadget, ya. Intinya adalah gimana kita bisa jadi 'master' atas gadget kita, bukan sebaliknya. Mulai sekarang, yuk coba batasi waktu layar, manfaatin gadget buat hal-hal produktif, dan jangan lupa kasih waktu buat diri sendiri berinteraksi langsung sama lingkungan sekitar. Coba deh sesekali 'detoks digital' kecil-kecilan, rasain bedanya! Masa SMA itu cuma sekali, jangan sampai momen berharga kita habis cuma buat scroll timeline. Mari jadi generasi SMA yang keren, berprestasi, dan #HidupSeimbang!

Baca Info
...
Menilik Jejak Karbon di Balik Kemudahan AI: Refleksi Digital Pelajar Masa Kini

Memasuki tahun 2026, penggunaan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) generatif telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari keseharian pelajar di seluruh penjuru tanah air untuk membantu menyelesaikan tugas sekolah. Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi ini, terdapat sebuah fakta menarik yang jarang disadari oleh para penggunanya. Setiap pertanyaan yang kita ajukan kepada asisten virtual ini ternyata memerlukan daya komputasi yang sangat besar di pusat data, jauh melampaui proses pencarian internet konvensional yang biasa kita lakukan sebelumnya.Berdasarkan data penelitian teknologi terbaru, satu kali pencarian menggunakan AI generatif membutuhkan energi listrik hingga sepuluh kali lipat lebih banyak dibandingkan pencarian standar. Hal ini terjadi karena mesin harus bekerja ekstra keras untuk menyusun jawaban yang natural dan relevan secara real-time. Melalui fakta ini, kita diajak untuk memahami bahwa setiap aktivitas digital yang tampak tidak berwujud di layar gawai kita, sebenarnya memiliki jejak karbon nyata yang berdampak langsung pada kelestarian lingkungan bumi kita.Menatap masa depan teknologi yang terus berkembang pesat, refleksi diri menjadi kunci utama bagi kita sebagai generasi muda. Menutup hari di malam ini, mari kita merenungkan kembali bagaimana cara kita berinteraksi dengan dunia digital secara lebih bijak. Menggunakan teknologi AI secara efektif dan menyusun kueri pencarian secara spesifik agar tidak membuang daya komputasi secara sia-sia, merupakan langkah kecil namun cerdas untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan peradaban dan kelestarian alam.

Baca Info
...
Krisis Growth Mindset: Tantangan Besar Pelajar Indonesia Menuju Era Emas

BANDUNG – Daya saing pelajar Indonesia di tingkat internasional tengah menjadi sorotan. Data menunjukkan hanya 29% siswa di tanah air yang memiliki growth mindset, sementara sisanya cenderung pasrah pada kemampuan bawaan. Fenomena ini erat kaitannya dengan tingginya tingkat prokrastinasi (menunda-nunda) dan rendahnya daya tahan mental saat menghadapi tantangan akademis yang kompleks.Secara sains, kecenderungan malas berakar dari mekanisme konservasi energi otak dan adiksi terhadap dopamine hit dari media sosial. Bagi siswa SMA yang tengah mempersiapkan diri ke jenjang universitas atau dunia kerja, fixed mindset adalah hambatan utama. Orang dengan pola pikir ini cenderung menghindari risiko karena takut gagal, padahal inovasi hanya lahir dari kegagalan yang dipelajari.Strategi Transformasi Mindset untuk Remaja:Neuroplastisitas: Pahami bahwa sel otak bisa membentuk koneksi baru setiap kali kita mempelajari hal sulit. Otakmu benar-benar bisa berubah!Mental Toughness: Jadikan kritik dan nilai buruk sebagai data evaluasi, bukan penghakiman atas jati diri.High-Value Habits: Bangun kebiasaan produktif. Rasa malas seringkali hilang bukan karena motivasi, tapi karena kedisiplinan memulai 5 menit pertama.Masa depan tidak ditentukan oleh seberapa pintar kamu saat ini, tapi seberapa cepat kamu mau belajar dan bangkit kembali.

Baca Info
...
Kenapa Kita Sering Banget Merasa Malas? Emang Dasar Lazy atau Ada Penjelasan Ilmiahnya?

Pernah gak sih, rencana hari ini mau productive abis—beresin tugas, olahraga, sampai rapi-rapi kamar—tapi ujung-ujungnya malah scrolling TikTok berjam-jam sambil rebahan? Terus akhirnya kita menyalahkan diri sendiri dan bilang, "Duh, emang dasar aku malas banget."Hold on! Ternyata rasa malas itu bukan cuma soal kepribadian, tapi ada campur tangan biologi dan evolusi di baliknya. Yuk, bedah alasannya biar gak makin overthinking!1. Brain in Power Saving ModeTernyata otak manusia itu punya fitur power saving otomatis dari zaman purba. Dulu, nenek moyang kita harus hemat energi buat bertahan hidup atau lari dari hewan buas. Jadi, otak kita memang di-setting buat nggak membuang energi kalau nggak benar-benar perlu. Jadi kalau merasa pengen rebahan terus, itu sebenarnya insting bertahan hidup yang lagi mode aktif.2. The Dopamin TrapPernah dengar soal dopamin? Ini adalah zat kimia di otak yang bikin kita merasa senang. Masalahnya, kegiatan kayak scrolling media sosial itu kasih kita "dopamin instan" yang gampang banget didapat. Akhirnya, otak jadi malas kalau disuruh mengerjakan hal yang butuh usaha lama (kayak nulis artikel atau belajar), karena hadiahnya nggak langsung kerasa. It’s literally a dopamin war in our head![GAMBAR]3. Hidden Stress atau Burnout?Seringkali yang kita sebut malas itu sebenarnya adalah sinyal kalau mental kita lagi capek banget. Kadang kita malas gerak karena takut gagal (fear of failure) atau karena terlalu perfeksionis, jadi mending nggak mulai sama sekali daripada hasilnya nggak sempurna. Valid banget kan?4. Kurang Meaningful GoalTanpa alasan yang jelas, otak bakal bilang: "Ngapain dikerjain sekarang?" Kalau kita nggak punya koneksi personal atau nggak tahu manfaat tugas itu buat masa depan, ya wajar saja motivasi kita jadi low-batt.KesimpulanRasa malas itu manusiawi, tapi jangan sampai jadi permanent habit. Kuncinya bukan cuma "paksa diri", tapi mengerti gimana cara kerja otak sendiri. Daripada langsung gaspol, coba pakai teknik small wins alias cicil hal kecil biar otak nggak merasa terbebani.

Baca Info

Seputar Sekolah / Warta Sekolah

...
Tingkatkan Sinergi, Ekskul Bincer dan PMR SMAN 1 Waled Gelar Latihan Gabungan Kreatif

WALED, DIVA PELAJAR – Dua ekstrakurikuler SMAN 1 Waled, Bina Cerdika (Bincer) dan Palang Merah Remaja (PMR), sukses menggelar kegiatan latihan gabungan (latgab) pada Sabtu (20/06). Kegiatan yang memadukan ilmu penyelamatan dan sains ini berlangsung di area lingkungan sekolah sebagai bentuk realisasi program kerja (proker) bersama.Agenda kolaboratif ini dimulai sejak pagi hari, tepatnya pukul 07.15 WIB hingga berakhir pada pukul 10.30 WIB. Melalui latihan ini, para anggota dari kedua ekskul tidak hanya berkumpul, tetapi juga saling bertukar pengetahuan inti dari bidang masing-masing.Kolaborasi Materi: Dari Pertolongan Pertama hingga Eksperimen SainsAcara berjalan dengan interaktif dan kondusif. Sesi pertama diisi oleh pemaparan dari anggota PMR SMAN 1 Waled. Mereka memberikan simulasi dan materi krusial mengenai teknik pertolongan pertama (PP) serta penanganan pada korban patah tulang.Memasuki sesi kedua, suasana belajar beralih menjadi ruang eksperimen yang seru bersama Ekskul Bina Cerdika. Tim Bincer unjuk gigi dengan mendemonstrasikan peluncuran roket air serta melakukan eksperimen sains fire hand (tangan api) yang aman namun memukau para peserta.Meski acara secara keseluruhan berjalan sukses, panitia mencatat sedikit evaluasi minor terkait kedisiplinan waktu, di mana terdapat beberapa anggota yang datang terlambat. Namun, kendala kecil tersebut tidak mengurangi antusiasme jalannya latihan.[GAMBAR]Harapan Besar untuk Ruang Belajar yang Lebih LuasKolaborasi lintas disiplin ini diharapkan mampu membangun hubungan yang solid antarsiswa di luar jam pelajaran formal. Ketua Ekstrakurikuler Bina Cerdika, Ambar, menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa bisa terus dipertahankan.“Harapannya, semoga kegiatan ini menjadi tempat di mana kita bisa saling berbagi ilmu antara ekstrakurikuler PMR dan Bina Cerdika, sehingga para anggota dapat belajar dengan cakupan yang lebih luas,” ujar Ambar di sela-sela kegiatan.Melalui latgab ini, PMR dan Bincer SMAN 1 Waled berhasil membuktikan bahwa organisasi sekolah bisa saling mendukung untuk menciptakan atmosfer belajar yang seru, kreatif, dan aplikatif.Reporter: Didit & OpheliaEditor: Redaksi Diva Pelajar#divapelajar_jurnalistik #sman1waled #esktrakurikuler

Baca Info
...
Tren 'Zero-Waste Bento': Gaya Hidup Sehat Baru Pelajar di Kantin Sekolah

Memasuki pertengahan tahun pelajaran 2026, sebuah fenomena positif tengah melanda berbagai sekolah menengah, termasuk di lingkungan sekolah kita pada siang hari ini. Tren "Zero-Waste Bento" atau membawa bekal makan siang sehat dengan wadah ramah lingkungan kini menjadi gaya hidup baru yang sangat digemari oleh para pelajar. Kampanye ini diinisiasi oleh pengurus OSIS sebagai respons terhadap meningkatnya kesadaran remaja akan pentingnya pemenuhan gizi seimbang serta pengurangan sampah plastik di area sekolah.Fenomena ini bukan sekadar mengikuti tren estetika di media sosial, melainkan sebuah langkah nyata dalam menjaga kesehatan tubuh dari bahaya konsumsi makanan cepat saji secara berlebihan. Melalui gerakan ini, para siswa diajak untuk menyusun menu makan siang mandiri yang memenuhi kaidah nutrisi, seperti memadukan karbohidrat kompleks, protein, sayuran, dan buah-buahan segar. Selain dapat menghemat pengeluaran uang saku, kebiasaan membawa bekal sehat ini terbukti efektif dalam menjaga stamina dan meningkatkan konsentrasi belajar siswa, terutama saat menghadapi jam pelajaran setelah siang hari yang rawan mengantuk.Pihak sekolah turut mendukung penuh inisiatif mulia ini dengan menyediakan keran air siap minum di setiap koridor kelas serta area khusus bersih diri untuk mencuci wadah bekal. Melalui sinergi antara pihak sekolah dan kesadaran tinggi dari para pelajar, diharapkan gaya hidup sehat ini dapat terus berjalan secara konsisten. Mari kita jadikan momen makan siang tidak hanya sebagai pengisi energi, tetapi juga sebagai langkah nyata dalam mencintai diri sendiri dan menjaga kelestarian lingkungan sekolah kita.

Baca Info
...
BANK INDONESIA BERI PEMAHAMAN EKONOMI KE SISWA SMA NEGERI 1 WALED

Kamis, (07/05). Bank Indonesia Mengajar telah dilaksanakan di SMAN 1 Waled. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan Bank Indonesia kepada siswa-siswi serta memberikan pemahaman umum tentang tugas dan peran Bank Indonesia sebagai bank sentral.Kegiatan ini berlangsung di SMA Negeri 1 Waled pada pukul 09.00 WIB sampai 11.00 WIB. Acara diikuti oleh siswa-siswi SMA Negeri 1 Waled yang memiliki mata pelajaran ekonomi dan beberapa pegawai dari Bank Indonesia yang berasal dari berbagai unit kerja.[GAMBAR]Acara berjalan dengan lancar dan tertib. Seluruh siswa dan siswi mengikuti kegiatan dengan baik, menciptakan suasana acara yang nyaman dan kondusif. Selain itu, tidak ada kendala yang terjadi selama kegiatan berlangsung."Saya berharap agar siswa-siswi SMA Negeri 1 Waled dapat lebih mengenal Bank Indonesia, mengetahui tugas dan perannya sebagai bank sentral, serta mendapatkan wawasan dan inspirasi bagi yang ingin terjun ke dunia ekonomi di masa depan." ujar Alvita Rachma Devi selaku pegawai Bank Indonesia.#Fakhri&Fayadhan/Dp

Baca Info
...
Profil Singkat: Oase Pendidikan di Cirebon Timur

Sebagai salah satu institusi pendidikan terkemuka di wilayah timur Kabupaten Cirebon, SMAN 1 Waled (sering disebut Smanwal) telah bertransformasi menjadi pusat pengembangan karakter dan kreativitas siswa di tengah lingkungan yang asri dan kondusif.Profil SingkatTerletak strategis di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah, SMAN 1 Waled memiliki peran vital dalam mencetak generasi muda yang kompetitif. Sekolah ini dikenal dengan disiplin yang tinggi namun tetap memberikan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka.[GAMBAR]10 Ekstrakurikuler UnggulanSmanwal memiliki 10 wadah kreativitas yang aktif membentuk kepemimpinan dan keterampilan siswa:Paskibra: Melatih kedisiplinan dan ketangkasan melalui baris-berbaris.Pramuka: Kawah candradimuka bagi pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan.Kerohanian: Memperdalam nilai-nilai religius dan spiritualitas siswa.PMR: Fokus pada kemanusiaan, kesehatan, dan kesiapsiagaan bencana.Pecinta Alam: Mengasah kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan fisik di alam.Kesenian: Wadah bagi siswa untuk mengeksplorasi tari, musik, dan seni rupa.Olahraga: Menggabungkan cabang Bola Basket, Bola Voly, dan Atletik untuk prestasi di bidang fisik dan sportivitas.Marching Band: Melatih harmoni, kerja tim, dan ketangkasan dalam seni musik baris-berbaris.KIR & Robotik: Mengintegrasikan riset ilmiah remaja dengan teknologi Robotik untuk inovasi masa depan.Jurnalistik: Mengasah kemampuan literasi, penulisan berita, dan dokumentasi sekolah.Menuju Masa Depan 2026Memasuki tahun 2026, SMAN 1 Waled semakin mempertegas posisinya sebagai sekolah yang melek teknologi dan berbudaya lingkungan. Keterlibatan aktif siswa dalam program Adiwiyata Mandiri membuktikan bahwa lulusan Smanwal tidak hanya cerdas secara intelektual melalui ekstrakurikuler seperti KIR & Robotik, tetapi juga memiliki empati tinggi terhadap isu-isu lingkungan di wilayah Waled dan sekitarnya.

Baca Info