Terlalu Asyik Sama Gadget? Ini Fakta yang Wajib Kamu Tahu, Guys!
Isu Teknologi & Keamanan Digital (Penting untuk Literasi Digital) Cirebon,
SMA Negeri 1 Waled SIAP...!!! "Santun dalam Bahasa - Inovasi Dalam Karya - Agamis dalam Krida - Prestasi dan Cipta.

Kabar Berita Terkini

Thumbnail
Mading Digital
Sembilu

Sembilu Sosoknya yang masih terasa, diri ini yang enggan menerima kenyataan. Betulkah begitu? ataukah ini hanya bunga tidur yang buruk?. Nyatanya itu betul adanya, sudah tidak lagi bisa dirasa kebersamaan raganya. Harap selalu jiwa dan raga ini diberi perasaan ikhlas. #SNH

Baca Info
Thumbnail
Seputar Sekolah
KEGIATAN LAPORAN PERTANGGUN JAWABAN (LPJ) MAJELIS PERMUSYAWARATAN KELAS (MPK(

KEGIATAN LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN (LPJ) MAJELIS PERMUSYAWARATAN KELAS (MPK)Sabtu (03/10), Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK) melaksanakan kegiatan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) yang bertempat di Aula Belakang SMAN 1 Waled.Kegiatan ini melibatkan Bapak Renanda Iqbal selaku Pembina MPK/OSIS, pengurus MPK kelas 12 dan 11, serta perwakilan kelas 10. Kegiatan ini diselenggarakan oleh anggota MPK dengan Qodriatul Aziziah sebagai ketua pelaksana.Kegiatan dilaksanakan pada pukul 08.30 WIB hingga 13.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan dan mempertanggungjawabkan laporan dari setiap divisi selama menjalankan tugas dan program kerja MPK.Kegiatan diawali dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban dari setiap divisi, kemudian dilanjutkan dengan evaluasi dan penyampaian tanggapan terkait laporan yang disampaikan. Kegiatan berlangsung cukup lancar meskipun terdapat kendala pada sound system, tetapi kendala tersebut dapat diatasi dan kegiatan tetap berjalan cukup lancar.“Semoga LPJ ini bisa men

Baca Info
Thumbnail
Seputar Sekolah
KEGIATAN LDKS KEPENGURUSAN ORGANISASI DAN EKSTRAKURIKULER PERIODE 2026/2027

#KRONIKKEGIATAN LDKS KEPENGURUSAN ORGANISASI DAN EKSTRAKURIKULER PERIODE 2026/2027Selasa (29/06), telah dilaksanakan Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Kepengurusan Organisasi dan Ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Waled. Kegiatan ini melibatkan seluruh anggota Organisasi dan pengurus harian Ekstrakurikuler. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh pihak sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan selama 5 hari, dari hari Senin sampai dengan Jum'at dan dimulai pada pukul 05.25 WIB hingga pukul 15.00 WIB.Kegiatan LDKS dilaksanakan dengan tujuan untuk melatih jiwa kepemimpinan dan rasa tanggung jawab para peserta terhadap jabatan yang mereka miliki sebagai pemimpin di masing-masing organisasi dan ekstrakurikuler. Selama kegiatan berlangsung, tidak terdapat kendala dan berjalan dengan lancar."Harapan dari kegiatan ini adalah agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama LDKS tidak berlalu begitu saja, tetapi dapat memberikan manfaat dan diterapkan dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab di organisasi dan ekstrakurikuler masing-masing" ujar Alisa Noviara selalu wakil ketua pelaksana LDKS.#Fakhri&Fayadhan/Dp#SMAN1WALED#sawalsiap#kabinetreaksi#periode26/27

Baca Info
Thumbnail
Seputar Sekolah
LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN (LPJ) ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS) PERIODE 2025/2026

#KRONIKLAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN (LPJ) ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS) PERIODE 2025/2026Sabtu (26/09), telah dilaksanakan kegiatan Laporan Pertanggungjawaban OSIS Periode 2025/2026 yang bertempat di Aula 2 SMA Negeri 1 Waled.Kegiatan melibatkan Anggota MPK dan OSIS serta Pembina Organisasi dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan.Kegiatan ini dilaksanakan pukul 08.00-21.00 WIB.Kegiatan bertujuan untuk menjabarkan hasil pertanggungjawaban Pengurus Harian OSIS Periode 2025/2026.Kegiatan berlangsung dengan cukup baik, meskipun ada miskomunikasi antar panitia, juga pada pembuatan surat izin dan pengajuan dana.“Semoga kedepannya acara ini berjalan dengan lancar.” Ujar Qodriatul Aziziah selaku Ketua Pelaksana dalam kegiatan Laporan Pertanggungjawaban.#Aisyah/Dp#SMAN1Waled#OSIS#divapelajar_jurnalistik

Baca Info
Thumbnail
Seputar Sekolah
KEGIATAN LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN (LPJ) EKSTRAKURIKULER MUNGGARAN

#EKSKULKUCOOLKEGIATAN LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN (LPJ) EKSTRAKURIKULER MUNGGARANJumat (11/09), Ekstrakurikuler Munggaran melaksanakan kegiatan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) yang bertempat di Labkom SMAN 1 Waled.Kegiatan ini melibatkan seluruh anggota kelas X, XI, dan XII, pembina Ekstrakurikuler Munggaran, wakil OSIS, wakil MPK, pengurus harian (PH), koordinator bidang, serta pengurus lama dan pengurus baru. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ekstrakurikuler Munggaran dengan Aurel Putri Ramadhani sebagai ketua pelaksana.Kegiatan dilaksanakan pada pukul 13.30 WIB hingga 16.30 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan hasil akhir kepengurusan PH dan koordinator bidang dalam menjalankan tanggung jawabnya selama satu periode. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi tanda dimulainya kepengurusan baru.Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban serta simbolis serah terima jabatan. Setelah itu, kegiatan ditutup dengan penayangan dokumenter perjalanan pengurus sebelumnya dan sesi foto bersama. Kegiatan berlangsung dengan baik meskipun terdapat beberapa kendala kecil, namun masih dapat diatasi oleh panitia dan pengurus.“Bagi saya, kegiatan ini bukan akhir dari kepengurusan sebelumnya, tetapi awal dari tanggung jawab kami sebagai pengurus baru. Saya berharap apa yang sudah baik dari kepengurusan sebelumnya bisa kami lanjutkan, dan apa yang masih kurang dapat kami perbaiki bersama,” ujar Eka Aulia Azahra selaku ketua Ekstrakurikuler Munggaran.#Nafa&Anisa/Dp#SMAN1WALED#MUNGGARAN#Divapelajar_jurnalistik

Baca Info
Thumbnail
Mading Digital
BUKAN TUJUAN AKHIR

BUKAN TUJUAN AKHIR Karya : Avril Alviyandi Dari ujung rak nomor sembilan suara isak tangis terdengar sendu, ia menangis lebih kencang daripada suara tikus di bawah rak kayu yang sudah terkikis dimakan rayap, membuat buku-buku di rak lain merasa gelisah di tengah tidur pulasnya. "Oh Tuhan.... Setelah kusediakan tulisan yang akan memperluas pikirannya, mereka malah membalasnya dengan menyakiti bagian-bagian dariku. Ini sungguh tidak adil! Mereka jahat sekali," ratap Roman. Ia adalah sebuah buku bergenre romantis klasik yang hanya dipajang hampir tiga tahun. Buku itu akhirnya berlabuh di tangan pembaca, tetapi kembali ke raknya dalam kondisi yang memprihatinkan. Bagi sebuah ruangan yang dibangun dari beton dan tumpukan kertas lapuk di sudut sekolah menengah ini, waktu tidak dihitung dari detak jam dinding, melainkan oleh ketebalan debu. Kesepian yang mendalam mendasari informasi penggusuran perpustakaan ini yang pengumumannya sudah tertempel jelas di jendela yang sudah memburam dari pandangan. Deru angin musim kemarau terasa menusuk lewat pentilasi yang lubang-lubangnya sudah dipenuhi sarang laba-laba, menggandeng aroma tanah gersang dan sayup-sayup riuh para siswa saat jam istirahat. Mereka hanya melewati ruangan ini. Beberapa ada yang singgah hanya untuk berlindung diri dari terik matahari. Sering kali dari mereka sedikit yang menjamah bacaan, hingga kini hampir semua sampulnya telah lapuk termakan debu yang aromanya bahkan membuat pernapasan ikut terhambat. "Astaga! Inikah yang mereka lakukan padamu? Tidakkah kau kesakitan? Apa halamanmu berkurang?" Sari ikut memperhatikan bagian-bagian yang robek dari halaman Roman. Ia berusaha mencari cara agar tangis Roman tidak berlanjut lebih kencang yang bisa membangunkan para penduduk jejeran rak-rak kayu yang telah lama tak dijamah pembaca. Namun, kemalangan Roman lebih menyakitkan. Buku resep masakan tradisional itu lebih khawatir dengan ketebalan buku lain dibandingkan dengan tebal tubuhnya yang bahkan tidak mencapai dua sentimeter. Di tengah tangisan Roman, sebuah seruan terdengar memekik di sudut rak. "Ada apa ini, berisik sekali? Apa akhirnya perpustakaan ini digusur?" Kalkulus, buku tua yang ketebalannya bisa membawa banyak perubahan pada pikiran pembaca untuk menciptakan hal-hal yang berguna di kehidupan. Ia bergerak limbung membawa badannya yang bisa tergeletak kapan saja. "Apa aku terlalu lama tidur?" tanyanya pada diri sendiri. "Ya, ya, ya, kau benar, tetapi tidak juga. Perpustakaan ini memang tidak akan dioperasikan lagi. Padahal, aku senang sekali saat melihat sebuah tangan mengambil Roman setelah sekian lama. Lihat tempelan stiker di jendela itu. Aku kesal sekali saat pustakawan menempelkan informasi itu," Sari mengasihani Roman yang kini tangisannya sudah tidak terdengar lebih kencang dari sebelumnya. "Pada akhirnya, kita akan dibiarkan tertidur sampai jadi debu," seru Filo yang sedari tadi hanya menyimak. Ketebalannya hampir menandingi Kalkulus. Buku itu mengukur sebesar apa pembahasan tentang cara hidup manusia berdasarkan pemikiran lebih dalam tentang apa artinya hidup. Dulu, dia membuat pembacanya bertanya-tanya tentang hal-hal primitif. Tidak dengan sekarang, karena kini tangan dan mata sudah beralih ke gawai canggih keluaran terbaru. "Aku percaya sekali pada pembaca itu. Melihatnya meraihku dengan tangan terbuka, kukira dia akan berbinar-binar jatuh cinta seperti dulu aku memikat hati mereka." "Haduh! Roman... Roman... kamu ini tidak mengambil pelajaran dari diriku, ya?" sentak Kalkulus. "Kau dengar, aku dulu dijunjung tinggi karena ilmu pengetahuan sepertiku dianggap emas bagi pusat pikiran. Dulu, aku paling banyak dicari dan dijamah sana-sini. Namun, sekarang aku sudah tak merasakannya lagi. Aku lebih sering batuk-batuk karena debu-debu sialan ini. Kini tangan mereka lebih tertarik dengan layar-layar cerah dan canggih itu," Kalkulus bicara kesal sembari mengibaskan debu-debu yang hinggap di sampulnya. Filo mencari-cari posisi ternyaman untuk memejamkan mata kembali. "Saat ini, percaya kepada manusia adalah hal yang tabu, Roman. Dunia sudah berubah, banyak hal bisa ada hanya dengan sekali tekan. Beberapa manusia bersusah payah mencari makna hidup." "Tentu saja aku buku yang paling dirugikan saat ini. Tak akan ada lagi yang penasaran dengan buku resep masakan. Mereka sudah punya tutor yang bisa dibawa ke mana-mana. Bahkan, kurasa aku lebih baik bergabung di kotak daur ulang." Sari menarik napas panjang, lalu perlahan menutup lembaran tubuhnya yang mulai menguning. Tanpa ragu lagi, ia menjatuhkan dirinya dari ketinggian rak, langsung tenggelam ke dalam kotak daur ulang yang sudah lama menunggunya di lantai, membuat kawanan buku lain ikut tergulung dalam kesedihannya. "Oh, tidak! Sari!" "Kotak daur ulang itu seperti senjata semu. Entah kita akan terbuka kembali di tempat baru yang lebih ramai pembaca atau di pabrik peleburan kertas yang penuh dengan benda-benda tajam." "Tubuhku sudah sangat usang dan lapuk. Setidaknya kotak itu memberi sebuah tujuan, tidak hanya berdiam diri dalam balutan debu ini sampai manusia memahami." Kalkulus bergerak menuju tebing rak. Ia memutuskan untuk memiliki tujuan itu. Ia melipat ujung halamannya sendiri, seolah-olah sedang memeluk dirinya yang kesepian, lantas ikut menjatuhkan diri bersama Sari. Tidak jauh dari sana, seonggok buku yang sampulnya sudah terkoyak menyaksikan kepergian itu dengan nelangsa. Manusia telah memberikan kekecewaan yang panjang padanya. "Oh, diriku yang malang..." Roman bergerak mengikuti Kalkulus. "Aku ikut!" Ia meluncur bebas ke dalam kegelapan kotak itu, menyusul sahabat-sahabatnya demi sebuah takdir baru yang belum pasti. Rak nomor sembilan itu mulai bergoyang-goyang sedari tadi para penduduknya menyimak kejadian itu. Nasib mereka satu pena, ditulis di atas kertas yang sama. Buku-buku di sana mulai meronta dan menangis sendu, lantas satu per satu mengikuti jejak Sari. "Aku juga akan memiliki tujuan!" seru satu buku sebelum melompat ke dalam kotak daur ulang itu. "Aku juga." "Aku ikut juga," yang lainnya ikut berseru dan melompat bergiliran, memenuhi kotak tujuan itu bersama cahaya yang mulai meredup perlahan. Panasnya hari berganti ke dinginnya malam yang menusuk ke setiap lembar halaman mereka. Perpustakaan bergetar hebat, buku-buku di sana bergerak-gerak tak terkendali ikut meraung dengan kesedihan mendalam. Seolah semuanya lebih baik ikut masuk ke dalam kotak tujuan yang menyesakkan itu. Buku-buku di dalamnya saling melindungi satu sama lain, saling memeluk nestapa yang menyelimuti. Untuk satu hal yang pasti, sinar rumah pengetahuan itu perlahan menyerah pada kesepian. Di sudut rak nomor sembilan yang sudah hampir kosong penduduk itu, Filo masih tetap pada posisinya. Tertidur kembali sampai debu-debu menyelimutinya dan rayap-rayap mulai bersarang di lembaran tebalnya. "Pada hakikatnya, kita adalah ilmu pengetahuan yang tugasnya dipahami manusia, bukan kita yang memahami manusia." Hingga perlahan ia akan lenyap bersama pertanyaan: apa maknanya hidup? Selesai.

Baca Info

Dunia Kita / Fakta Menarik

...
Terlalu Asyik Sama Gadget? Ini Fakta yang Wajib Kamu Tahu, Guys!

Hai, Pembaca Madingpelajar.com! Siapa sih di antara kita, anak SMA, yang bisa lepas dari gadget? Rasanya mustahil, ya. Dari bangun tidur sampai mau tidur lagi, gadget jadi teman setia buat belajar, nugas, cari info, sampai seru-seruan di medsos. Tapi, pernah kepikiran gak sih kalau keasyikan kita sama gadget ini bisa punya 'fakta-fakta menarik' yang mungkin malah merugikan kita? Yuk, kita bedah bareng, biar makin #GadgetSmart!Fakta pertama, gadget berlebihan itu bikin badan kita protes, lho! Sering ngerasa mata pedih, leher pegal kayak habis ikut maraton, atau jari kram gara-gara scroll terus? Nah, itu sinyal alarm dari tubuhmu! Paparan cahaya biru dari layar bisa ganggu jam tidur, bikin kita susah fokus di kelas, dan akhirnya ngantuk pas lagi belajar. Selain itu, kurang gerak karena keenakan nge-gadget juga bisa bikin tubuh jadi kurang fit. Padahal, masa SMA itu butuh energi ekstra buat banyak hal keren, kan?Nggak cuma fisik, mental dan akademik kita juga bisa kena imbasnya. Fakta menarik lainnya, terlalu banyak waktu di dunia maya justru bisa bikin kita kurang pede di dunia nyata atau malah gampang overthinking sama postingan orang lain (alias FOMO parah!). Konsentrasi saat belajar jadi buyar, tugas numpuk karena keenakan main game atau stalking akun favorit, dan nilai-nilai pun bisa ikutan 'down'. Interaksi langsung sama teman-teman di kantin atau pas kumpul sepulang sekolah jadi berkurang, padahal momen-momen itu yang bikin masa SMA jadi nggak terlupakan!Jadi, bukan berarti kita harus musuhan sama gadget, ya. Intinya adalah gimana kita bisa jadi 'master' atas gadget kita, bukan sebaliknya. Mulai sekarang, yuk coba batasi waktu layar, manfaatin gadget buat hal-hal produktif, dan jangan lupa kasih waktu buat diri sendiri berinteraksi langsung sama lingkungan sekitar. Coba deh sesekali 'detoks digital' kecil-kecilan, rasain bedanya! Masa SMA itu cuma sekali, jangan sampai momen berharga kita habis cuma buat scroll timeline. Mari jadi generasi SMA yang keren, berprestasi, dan #HidupSeimbang!

Baca Info
...
Menilik Jejak Karbon di Balik Kemudahan AI: Refleksi Digital Pelajar Masa Kini

Memasuki tahun 2026, penggunaan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) generatif telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari keseharian pelajar di seluruh penjuru tanah air untuk membantu menyelesaikan tugas sekolah. Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi ini, terdapat sebuah fakta menarik yang jarang disadari oleh para penggunanya. Setiap pertanyaan yang kita ajukan kepada asisten virtual ini ternyata memerlukan daya komputasi yang sangat besar di pusat data, jauh melampaui proses pencarian internet konvensional yang biasa kita lakukan sebelumnya.Berdasarkan data penelitian teknologi terbaru, satu kali pencarian menggunakan AI generatif membutuhkan energi listrik hingga sepuluh kali lipat lebih banyak dibandingkan pencarian standar. Hal ini terjadi karena mesin harus bekerja ekstra keras untuk menyusun jawaban yang natural dan relevan secara real-time. Melalui fakta ini, kita diajak untuk memahami bahwa setiap aktivitas digital yang tampak tidak berwujud di layar gawai kita, sebenarnya memiliki jejak karbon nyata yang berdampak langsung pada kelestarian lingkungan bumi kita.Menatap masa depan teknologi yang terus berkembang pesat, refleksi diri menjadi kunci utama bagi kita sebagai generasi muda. Menutup hari di malam ini, mari kita merenungkan kembali bagaimana cara kita berinteraksi dengan dunia digital secara lebih bijak. Menggunakan teknologi AI secara efektif dan menyusun kueri pencarian secara spesifik agar tidak membuang daya komputasi secara sia-sia, merupakan langkah kecil namun cerdas untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan peradaban dan kelestarian alam.

Baca Info
...
Krisis Growth Mindset: Tantangan Besar Pelajar Indonesia Menuju Era Emas

BANDUNG – Daya saing pelajar Indonesia di tingkat internasional tengah menjadi sorotan. Data menunjukkan hanya 29% siswa di tanah air yang memiliki growth mindset, sementara sisanya cenderung pasrah pada kemampuan bawaan. Fenomena ini erat kaitannya dengan tingginya tingkat prokrastinasi (menunda-nunda) dan rendahnya daya tahan mental saat menghadapi tantangan akademis yang kompleks.Secara sains, kecenderungan malas berakar dari mekanisme konservasi energi otak dan adiksi terhadap dopamine hit dari media sosial. Bagi siswa SMA yang tengah mempersiapkan diri ke jenjang universitas atau dunia kerja, fixed mindset adalah hambatan utama. Orang dengan pola pikir ini cenderung menghindari risiko karena takut gagal, padahal inovasi hanya lahir dari kegagalan yang dipelajari.Strategi Transformasi Mindset untuk Remaja:Neuroplastisitas: Pahami bahwa sel otak bisa membentuk koneksi baru setiap kali kita mempelajari hal sulit. Otakmu benar-benar bisa berubah!Mental Toughness: Jadikan kritik dan nilai buruk sebagai data evaluasi, bukan penghakiman atas jati diri.High-Value Habits: Bangun kebiasaan produktif. Rasa malas seringkali hilang bukan karena motivasi, tapi karena kedisiplinan memulai 5 menit pertama.Masa depan tidak ditentukan oleh seberapa pintar kamu saat ini, tapi seberapa cepat kamu mau belajar dan bangkit kembali.

Baca Info
...
Kenapa Kita Sering Banget Merasa Malas? Emang Dasar Lazy atau Ada Penjelasan Ilmiahnya?

Pernah gak sih, rencana hari ini mau productive abis—beresin tugas, olahraga, sampai rapi-rapi kamar—tapi ujung-ujungnya malah scrolling TikTok berjam-jam sambil rebahan? Terus akhirnya kita menyalahkan diri sendiri dan bilang, "Duh, emang dasar aku malas banget."Hold on! Ternyata rasa malas itu bukan cuma soal kepribadian, tapi ada campur tangan biologi dan evolusi di baliknya. Yuk, bedah alasannya biar gak makin overthinking!1. Brain in Power Saving ModeTernyata otak manusia itu punya fitur power saving otomatis dari zaman purba. Dulu, nenek moyang kita harus hemat energi buat bertahan hidup atau lari dari hewan buas. Jadi, otak kita memang di-setting buat nggak membuang energi kalau nggak benar-benar perlu. Jadi kalau merasa pengen rebahan terus, itu sebenarnya insting bertahan hidup yang lagi mode aktif.2. The Dopamin TrapPernah dengar soal dopamin? Ini adalah zat kimia di otak yang bikin kita merasa senang. Masalahnya, kegiatan kayak scrolling media sosial itu kasih kita "dopamin instan" yang gampang banget didapat. Akhirnya, otak jadi malas kalau disuruh mengerjakan hal yang butuh usaha lama (kayak nulis artikel atau belajar), karena hadiahnya nggak langsung kerasa. It’s literally a dopamin war in our head![GAMBAR]3. Hidden Stress atau Burnout?Seringkali yang kita sebut malas itu sebenarnya adalah sinyal kalau mental kita lagi capek banget. Kadang kita malas gerak karena takut gagal (fear of failure) atau karena terlalu perfeksionis, jadi mending nggak mulai sama sekali daripada hasilnya nggak sempurna. Valid banget kan?4. Kurang Meaningful GoalTanpa alasan yang jelas, otak bakal bilang: "Ngapain dikerjain sekarang?" Kalau kita nggak punya koneksi personal atau nggak tahu manfaat tugas itu buat masa depan, ya wajar saja motivasi kita jadi low-batt.KesimpulanRasa malas itu manusiawi, tapi jangan sampai jadi permanent habit. Kuncinya bukan cuma "paksa diri", tapi mengerti gimana cara kerja otak sendiri. Daripada langsung gaspol, coba pakai teknik small wins alias cicil hal kecil biar otak nggak merasa terbebani.

Baca Info

Seputar Sekolah / Warta Sekolah

...
KEGIATAN LAPORAN PERTANGGUN JAWABAN (LPJ) MAJELIS PERMUSYAWARATAN KELAS (MPK(

KEGIATAN LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN (LPJ) MAJELIS PERMUSYAWARATAN KELAS (MPK)Sabtu (03/10), Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK) melaksanakan kegiatan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) yang bertempat di Aula Belakang SMAN 1 Waled.Kegiatan ini melibatkan Bapak Renanda Iqbal selaku Pembina MPK/OSIS, pengurus MPK kelas 12 dan 11, serta perwakilan kelas 10. Kegiatan ini diselenggarakan oleh anggota MPK dengan Qodriatul Aziziah sebagai ketua pelaksana.Kegiatan dilaksanakan pada pukul 08.30 WIB hingga 13.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan dan mempertanggungjawabkan laporan dari setiap divisi selama menjalankan tugas dan program kerja MPK.Kegiatan diawali dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban dari setiap divisi, kemudian dilanjutkan dengan evaluasi dan penyampaian tanggapan terkait laporan yang disampaikan. Kegiatan berlangsung cukup lancar meskipun terdapat kendala pada sound system, tetapi kendala tersebut dapat diatasi dan kegiatan tetap berjalan cukup lancar.“Semoga LPJ ini bisa men

Baca Info
...
KEGIATAN LDKS KEPENGURUSAN ORGANISASI DAN EKSTRAKURIKULER PERIODE 2026/2027

#KRONIKKEGIATAN LDKS KEPENGURUSAN ORGANISASI DAN EKSTRAKURIKULER PERIODE 2026/2027Selasa (29/06), telah dilaksanakan Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Kepengurusan Organisasi dan Ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Waled. Kegiatan ini melibatkan seluruh anggota Organisasi dan pengurus harian Ekstrakurikuler. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh pihak sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan selama 5 hari, dari hari Senin sampai dengan Jum'at dan dimulai pada pukul 05.25 WIB hingga pukul 15.00 WIB.Kegiatan LDKS dilaksanakan dengan tujuan untuk melatih jiwa kepemimpinan dan rasa tanggung jawab para peserta terhadap jabatan yang mereka miliki sebagai pemimpin di masing-masing organisasi dan ekstrakurikuler. Selama kegiatan berlangsung, tidak terdapat kendala dan berjalan dengan lancar."Harapan dari kegiatan ini adalah agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama LDKS tidak berlalu begitu saja, tetapi dapat memberikan manfaat dan diterapkan dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab di organisasi dan ekstrakurikuler masing-masing" ujar Alisa Noviara selalu wakil ketua pelaksana LDKS.#Fakhri&Fayadhan/Dp#SMAN1WALED#sawalsiap#kabinetreaksi#periode26/27

Baca Info
...
LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN (LPJ) ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS) PERIODE 2025/2026

#KRONIKLAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN (LPJ) ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS) PERIODE 2025/2026Sabtu (26/09), telah dilaksanakan kegiatan Laporan Pertanggungjawaban OSIS Periode 2025/2026 yang bertempat di Aula 2 SMA Negeri 1 Waled.Kegiatan melibatkan Anggota MPK dan OSIS serta Pembina Organisasi dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan.Kegiatan ini dilaksanakan pukul 08.00-21.00 WIB.Kegiatan bertujuan untuk menjabarkan hasil pertanggungjawaban Pengurus Harian OSIS Periode 2025/2026.Kegiatan berlangsung dengan cukup baik, meskipun ada miskomunikasi antar panitia, juga pada pembuatan surat izin dan pengajuan dana.“Semoga kedepannya acara ini berjalan dengan lancar.” Ujar Qodriatul Aziziah selaku Ketua Pelaksana dalam kegiatan Laporan Pertanggungjawaban.#Aisyah/Dp#SMAN1Waled#OSIS#divapelajar_jurnalistik

Baca Info
...
KEGIATAN LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN (LPJ) EKSTRAKURIKULER MUNGGARAN

#EKSKULKUCOOLKEGIATAN LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN (LPJ) EKSTRAKURIKULER MUNGGARANJumat (11/09), Ekstrakurikuler Munggaran melaksanakan kegiatan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) yang bertempat di Labkom SMAN 1 Waled.Kegiatan ini melibatkan seluruh anggota kelas X, XI, dan XII, pembina Ekstrakurikuler Munggaran, wakil OSIS, wakil MPK, pengurus harian (PH), koordinator bidang, serta pengurus lama dan pengurus baru. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ekstrakurikuler Munggaran dengan Aurel Putri Ramadhani sebagai ketua pelaksana.Kegiatan dilaksanakan pada pukul 13.30 WIB hingga 16.30 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan hasil akhir kepengurusan PH dan koordinator bidang dalam menjalankan tanggung jawabnya selama satu periode. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi tanda dimulainya kepengurusan baru.Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban serta simbolis serah terima jabatan. Setelah itu, kegiatan ditutup dengan penayangan dokumenter perjalanan pengurus sebelumnya dan sesi foto bersama. Kegiatan berlangsung dengan baik meskipun terdapat beberapa kendala kecil, namun masih dapat diatasi oleh panitia dan pengurus.“Bagi saya, kegiatan ini bukan akhir dari kepengurusan sebelumnya, tetapi awal dari tanggung jawab kami sebagai pengurus baru. Saya berharap apa yang sudah baik dari kepengurusan sebelumnya bisa kami lanjutkan, dan apa yang masih kurang dapat kami perbaiki bersama,” ujar Eka Aulia Azahra selaku ketua Ekstrakurikuler Munggaran.#Nafa&Anisa/Dp#SMAN1WALED#MUNGGARAN#Divapelajar_jurnalistik

Baca Info